MENU Rabu, 29 Jul 2026

Hadapi Tantangan Ekstrem 3T, Pemprov Papua Tengah Luncurkan Arsitektur Kesehatan “KOHARUSEHAT”

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Jul 2026 23:39 41 admin

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memaparkan inovasi revolusioner dalam sektor kesehatan bernama “KOHARUSEHAT” pada ajang Leimena Conference 2026 di Sasana Widya BRIN, Jakarta, yang berlangsung 27–29 Juli 2026. Inovasi ini merupakan respons strategis terhadap kompleksitas layanan kesehatan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang dihimpit tantangan geografis, fluktuasi keamanan, dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, Sp.KKLP., menjelaskan bahwa arsitektur KOHARUSEHAT dirancang untuk menggeser paradigma lama yang hanya berfokus pada pengobatan kuratif. Melalui program prioritas Gubernur Meki Nawipa, SH dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos, M.Si, yakni “BANGKIT Papua Tengah”, dana Otonomi Khusus (Otsus) kini dialihkan secara masif ke upaya preventif dan promotif.

Tiga Pilar Utama KOHARUSEHAT

Dr. Agus membeberkan bahwa keberhasilan transformasi layanan primer ini ditopang oleh tiga pilar kebijakan utama:
1. Pilar Hulu (Preventif & Promotif): Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) secara proaktif untuk menjaga masyarakat tetap sehat.
2. Pilar Tengah (Akses Medis): Optimalisasi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang terintegrasi penuh dengan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan.
3. Pilar Hilir (Jaring Pengaman): Penyediaan safety net dari Pemprov untuk membiayai kasus kedaruratan medis yang tidak tercakup oleh skema BPJS.

  • Sinergi semua Pihak, Akhirnya Jenazah Presenter Yanto Indorway sudah ditemukan di 

 

Mengingat 44,7 persen Puskesmas di Papua Tengah beroperasi tanpa dokter umum dan 84,7 persen tanpa dokter gigi, Pemprov melakukan intervensi infrastruktur besar-besaran. Sejak 2025, delapan Puskesmas Percontohan ILP telah ditetapkan, termasuk di Topo, Wanggar, Sinak, dan Enarotali, serta ditambah delapan lainnya pada 2026.

Empat gebrakan infrastruktur utama yang digalakkan meliputi:
* Hunian Layak: Pembangunan rumah dinas nakes dan Posyandu senilai miliaran rupiah per tahun untuk meningkatkan retensi tenaga kesehatan.
* Modernisasi Diagnostik: Pengadaan mesin laboratorium otomatis (Spin XS dan SHA-60), USG portabel, EKG 12 Channel, dan paket Antropometri.
* Evakuasi Cepat: Penyediaan Speedboat Ambulance untuk wilayah laut dan Ambulans Double Cabin 4×4 untuk medan pegunungan terjal.
* Kemandirian Energi: Pemasangan Panel Surya (Solar Cell) di fasilitas kesehatan untuk menjamin operasional alat medis dan cold chain vaksin di daerah tanpa listrik PLN 24 jam.

Menyiasati sulitnya membangun fisik Puskesmas Pembantu (Pustu) di setiap desa, Pemprov meluncurkan inovasi kultural PACE-MACE (Papa CERDIK, Mama CERDAS). Program ini memberdayakan ibu-ibu Dasawisma PKK, tokoh agama, dan tokoh adat sebagai kader pemantau harian (daily monitor) secara door-to-door.

“Strategi ini sukses menyulap setiap gugus rumah warga menjadi ‘Pustu Bernyawa’ yang mengakar pada budaya dan diterima dengan penuh rasa percaya oleh masyarakat pedalaman,” ungkap dr. Agus.

Untuk mendukung kader dan nakes, dilakukan kolaborasi lintas dinas: Dinas PU menyediakan perumahan, ESDM menyediakan Solar Cell, dan Kominfo menyediakan akses internet Starlink. Selain itu, ketahanan pangan kader diperkuat melalui bantuan bibit pertanian dan ternak, yang sekaligus berfungsi menekan angka stunting.

Dalam forum bergengsi tersebut, dr. Agus juga mengajukan usulan kebijakan struktural kepada Kementerian Kesehatan berupa “Skema Tunjangan Profesi Tenaga Kesehatan Berbasis Sertifikasi” yang dijamin APBN. Usulan ini mengadopsi kesuksesan Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk mengatasi kecilnya kapitasi akibat kepadatan penduduk yang rendah di pedalaman.

Sebagai wujud nyata komitmen terhadap gizi masyarakat, Gubernur Meki Nawipa dan Wagub Deinas Geley telah mengeksekusi Bantuan Tunai Langsung sebesar Rp350.000 per anak (usia 0-4 tahun) setiap bulannya. Bantuan ini ditujukan untuk mendanai 1.000 Hari Pertama Kehidupan anak-anak Papua Tengah.

“Langkah kecil untuk deteksi dini adalah lompatan besar untuk masa depan. Bersama ILP dan inovasi tanpa henti, kita wujudkan Papua Tengah Sehat, Produktif, dan Berdaya Saing. Ko Harus Sehat,” tutup dr. Agus.

STATISTIK PEMBACA

  • Sinergi semua Pihak, Akhirnya Jenazah Presenter Yanto Indorway sudah ditemukan di 
LAINNYA
error: Content is protected !!