MENU Sabtu, 19 Sep 2026

LLDIKTI Lakukan Visitasi Akhir, Institut Kesehatan Anigou Nabire Targetkan Izin Operasional 2027

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 23:05 37 admin

NABIRE – Tim Visitasi Sarana dan Prasarana dari Kementerian Sains dan Teknologi melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV melakukan inspeksi lapangan di Institut Kesehatan Anigou Nabire. Kunjungan yang berlangsung selama dua hari, mulai 17 hingga 18 September 2026, ini menjadi tahapan krusial dalam proses pendirian Perguruan Tinggi Swasta (PTS) baru di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Visitasi yang berpusat di Kampus Institut Kesehatan Anigou, Kelurahan Kalibobo, ini dipimpin langsung oleh Akhmad Amiruddin Natsir, Ketua Tim Kerja Kelembagaan LLDIKTI Wilayah XIV yang membawahi wilayah se-Tanah Papua (enam provinsi), Para Pengurus Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua dan Tim Visitasi.

“Ini adalah tahap terakhir sebelum di-upload ke aplikasi SIAGA. Apabila data lengkap hingga batas waktu 30 September 2026, kemungkinan besar izin operasional akan terbit dan kampus dapat beroperasi pada tahun 2027.”kata (18/09/2026) ketika ditemui wartawan disela-sela kegiatan.

Tiga Program Studi Siap Diluncurkan

Dalam keterangannya usai melakukan peninjauan fasilitas, Akhmad Amiruddin Natsir menjelaskan bahwa institut ini mengajukan tiga program studi (prodi) jenjang sarjana (S1), yaitu:
1. Administrasi Rumah Sakit.
2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
3. Hukum Bisnis.

Menurut Akhmad, visitasi ini merupakan langkah final sebelum data institusi diunggah ke aplikasi SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan). “Setelah memenuhi persyaratan dan diverifikasi dalam aplikasi SIAGA, baru Surat Keterangan (SK) Izin Operasional dapat diterbitkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, batas akhir pengunggahan data ke sistem adalah 30 September 2026. Jika seluruh dokumen dan sarana prasarana dinyatakan lengkap dan sesuai standar pada periode tersebut, maka target operasional perkuliahan diproyeksikan dapat dimulai pada tahun akademik 2027.

Yayasan Harapan Nusantara Komitmen Penuhi Syarat

Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Yosafat Nawipa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim LLDIKTI. Ia menyebut momen ini sebagai verifikasi kedua terkait kesiapan sarana prasarana dan kualifikasi calon dosen.

“Kami sudah melalui banyak tahap. Untuk hal-hal yang belum lengkap, kami akan segera melengkapinya. Sementara yang sudah siap, tetap kami pertahankan standarnya,” ujar Yosafat.

Yosafat menegaskan komitmen yayasan untuk segera menindaklanjuti catatan evaluasi dari tim visitasi. Pihaknya berharap agar Kementerian Sains dan Teknologi di Jakarta dapat segera menerbitkan izin operasional setelah semua syarat administratif dan teknis terpenuhi.

Kehadiran Institut Kesehatan Anigou diharapkan dapat menambah variasi pilihan pendidikan tinggi di Nabire, khususnya di bidang kesehatan manajemen dan hukum bisnis. Dengan fokus pada lulusan yang siap kerja di sektor industri dan layanan kesehatan, institut ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di Papua Tengah.

Masyarakat dan calon mahasiswa kini menunggu keputusan resmi dari pusat mengenai status izin operasional, yang akan direncakan resmi dibuka tahun 2027.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA