MENU Rabu, 15 Apr 2026

Pemprov Papua Tengah Berupaya Bangun Peta Jalan Literasi Dasar PAUD Berkualitas

waktu baca 3 menit
Selasa, 10 Jun 2025 17:17 177 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov Papua Tengah dalam hal ini Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa diwakili oleh staf ahli Pemerintahan Hukum dan Politik, Marthen Ukago, menghadiri sekaligus membuka Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembelajaran Literasi Dasar dan PAUD Berkualitas yang Sensitif GEDSI. Pemprov Papua Tengah menggandeng UNICEF. Berlangsung Selasa [10/05/2025] siang.
Bertempat di Gedung Hotel Mahavira Kabupaten Nabire.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan peta jalan kolaborasi pendidikan yang konkret dan berkelanjutan.Dibuka oleh Ukago yang membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, workshop menekankan prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini melalui sinergi lintas pihak.

“Salah satu prioritas pembangunan Provinsi Papua Tengah adalah menciptakan sumber daya manusia unggul sejak dini. Dan tentunya untuk mencapai hal itu, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, harus ada sinergi dari pihak lain, terlebih untuk masa depan anak-anak di tanah ini,” ujar Ukago.

Gubernur juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemprov Papua Tengah mulai mengambil alih dan mengembangkan SMA Negeri Meepago di Kimi, Nabire, sebagai sekolah model unggulan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Seperti yang saya sampaikan dalam Musrenbang Mei lalu, tahun ini kita akan mulai mengambil alih SMA Meepago di Kimi. Ini akan menjadi sekolah model unggulan di Papua Tengah, yang harapannya mampu memperkuat kualitas pendidikan menengah,” katanya.

Education Specialist UNICEF Papua Tengah, Pria Santri Beringin, menegaskan bahwa seluruh program ini merupakan kolaborasi nyata dan kepedulian terhadap anak-anak, termasuk penyandang disabilitas serta yang tinggal di wilayah terpencil.

“Kami hadir bukan membawa nama UNICEF, tetapi sebagai mitra untuk mendukung program-program prioritas pemerintah. Ini adalah tugas kita bersama untuk memberikan manfaat dan menolong lebih banyak lagi anak-anak di Papua Tengah,” katanya.

Pria juga memberikan apresiasi atas praktik baik dari Kabupaten Paniai dalam menerapkan model PAUD Holistik Integratif (PAUD HI), yang pernah ditampilkan di forum Asia Tenggara tahun 2023, serta terhadap guru-guru di Nabire yang mandiri menjalankan program penguatan literasi.

“Praktik PAUD HI dari Paniai sudah kami tampilkan di forum Asia Tenggara tahun 2023. Ini bukti bahwa Papua Tengah punya potensi besar dalam pendidikan anak usia dini. Yang kami dorong bukan hanya layanan, tetapi kualitas layanan,” ujar Pria.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari kabupaten lokus seperti Paniai dan Nabire, serta diikuti oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi, Bappeda, Perhimpunan Disabilitas Indonesia, guru-guru PAUD, Bunda PAUD, serta pengelola yayasan pendidikan dari berbagai kabupaten se-Papua Tengah.

Menjelang fase akhir program UNICEF di Papua Tengah pada 2026, workshop difokuskan pada transisi peran dan penguatan kapasitas daerah agar inisiatif pendidikan dapat berlanjut.

“Kami ingin dua hari ini menjadi momentum untuk menyusun peta jalan yang konkret. Ini bukan soal brand siapa, tapi soal kemuliaan menolong anak-anak Papua Tengah. Kami percaya, pekerjaan mulia ini tidak bisa dilakukan sendiri,” ajak Pria kepada seluruh peserta.

Kegiatan ditutup dengan harapan hasil workshop menjadi dokumen perencanaan daerah yang dilaporkan kepada Gubernur, serta acuan pembangunan pendidikan Papua Tengah yang berkelanjutan, adil, dan inklusif.

Inisiatif ini memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di provinsi termuda di Tanah Papua.

LAINNYA
error: Content is protected !!