
MIMIKA – Wakil Ketua (Waket) IV DPR Provinsi Papua Tengah dari jalur pengangkatan, John NR Gobai, menyambut baik keputusan Kementerian Perhubungan RI yang melanjutkan trayek kapal perintis ke Dermaga Sipu-Sipu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika, pada tahun 2026.Disampaikan Kamis (01/01/2026) siang tadi dalam pernyataan Pers dikirim kepada media ini.
Meskipun layanan KM Sabuk Nusantara 114 pada 2025 sempat terganggu akibat pendangkalan di depan Pulau Tiga, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub memutuskan melanjutkan rute Agats – Sipu-Sipu/Jita – Pomako – Sipu-Sipu/Jita – Agats dengan kapal perintis baru. Distrik Jita berbatasan dengan Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.
Selama ini, masyarakat mengandalkan perahu sewaan dari Pomako dengan biaya Rp25-30 juta per perjalanan, yang sulit dijangkau dan berisiko tinggi akibat gelombang ganas serta sering terjadi kecelakaan.
Perjuangan Gobai menghadirkan kapal perintis ini bermula dari protes terhadap PT Freeport Indonesia atas pendangkalan sungai akibat tailing, yang menghambat transportasi di wilayah timur Mimika. “Saya memilih memberikan solusi dengan memperjuangkan kapal perintis singgah di Sipu-Sipu, agar masyarakat tidak lagi kesulitan,”ujar Gobai.
Dirinya berharap pendangkalan segera dikeruk oleh Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika, dan Freeport. Dengan trayek ini, guru, tenaga kesehatan, staf distrik, serta masyarakat bisa lebih mudah bertugas, menjalankan program pemerintah, dan mengangkut hasil bumi ke kota untuk dijual.
Gobai menyampaikan terima kasih kepada Menteri Perhubungan, Dirjen Perhubungan Laut, pejabat Kemenhub terkait, serta Dinas Perhubungan provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua. Tak lupa kepada Kepala Distrik Jita, kepala kampung, tokoh, dan masyarakat setempat.
Trayek kapal perintis ini diharapkan meningkatkan konektivitas, pelayanan publik, dan perekonomian masyarakat pesisir yang selama ini terisolasi.