MENU Kamis, 23 Jul 2026

Wakil Gubernur Deinas Geley di Forum Internasional:”SDA Adalah Amanah Leluhur, Bukan Sekadar Komoditas”

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 21:44 52 admin

MAKASSAR – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si., tampil sebagai pembicara utama dalam Konferensi Internasional bertajuk “Rekonfigurasi Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA)” yang berlangsung di Hotel Gammara, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 23–24 Juli 2026. Kehadiran orang nomor dua di Papua Tengah ini menandai pengakuan global terhadap pendekatan unik daerah dalam mengelola kekayaan alam demi keadilan dan keberlanjutan.

Dalam forum yang dihadiri delegasi dari 12 negara tersebut, Wagub Deinas menekankan bahwa pengelolaan SDA tidak boleh lagi berorientasi semata pada keuntungan ekonomi jangka pendek. Ia menegaskan tiga pilar utama yang menjadi landasan kebijakan Papua Tengah: keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP), pelestarian lingkungan hidup, dan kesejahteraan berkelanjutan.

Deinas Geley mengingatkan para peserta konferensi bahwa kekayaan alam di Tanah Papua adalah amanah leluhur. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus menjamin hak generasi masa kini tanpa merampas hak anak cucu di masa depan.

“Prinsipnya sederhana: tidak ada kekayaan alam yang boleh diambil tanpa izin dan tanpa memberikan manfaat yang nyata bagi warga setempat,” tegas Deinas di hadapan akademisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara.

Ia menjelaskan bahwa Papua Tengah saat ini sedang memperkuat regulasi dan kelembagaan untuk memastikan setiap aktivitas pertambangan, perkebunan, perikanan, maupun kehutanan memiliki kepastian hukum, transparan, dan melibatkan peran serta masyarakat adat secara bermakna (meaningful participation).

Konferensi internasional ini menjadi ruang dialog strategis yang menghadirkan peserta dari Makedonia Utara, Thailand, Spanyol, Filipina, India, Vietnam, Irak, Yordania, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Korea Selatan. Partisipasi Wagub Deinas dinilai sebagai momentum penting untuk menyuarakan aspirasi Papua Tengah di kancah global, sekaligus menyerap praktik terbaik dari negara lain yang telah berhasil menerapkan tata kelola SDA yang inklusif.

Melalui keterlibatan ini, Papua Tengah berkomitmen untuk terus merumuskan kebijakan yang lebih humanis. Pembangunan infrastruktur dan eksploitasi sumber daya harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam, sambil menjaga martabat Orang Asli Papua tetap terjaga.

Dalam pemaparannya, Wagub Deinas juga menyoroti pentingnya transformasi politik dan penguatan kebijakan publik yang berorientasi pada keadilan sosial. Ia menyatakan bahwa Papua Tengah tidak ingin terjebak dalam kutukan sumber daya alam (resource curse), melainkan mengubahnya menjadi berkah melalui tata kelola yang adil.

“Kita sedang membangun model baru. Ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah konkret melalui peraturan daerah dan pengawasan ketat agar manfaat SDA benar-benar dirasakan oleh rakyat di lokasi tambang atau hutan tersebut,” pungkasnya.

Kehadiran Wagub Deinas Geley di forum internasional ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama teknis dan akademik, serta memperkuat posisi tawar Papua Tengah dalam negosiasi investasi yang berkeadilan.

LAINNYA
x[metaslider id="7076"]
error: Content is protected !!