(self.SWG_BASIC = self.SWG_BASIC || []).push( basicSubscriptions => { basicSubscriptions.init({ type: "NewsArticle", isPartOfType: ["Product"], isPartOfProductId: "CAow7IrHDA:openaccess", clientOptions: { theme: "light", lang: "id" }, }); });
MENU Kamis, 06 Agu 2026

Wujudkan Nilai “Satu Tungku Tiga Batu”, Umat Katolik TPW Fakfak Dukung Kegiatan Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 11:06 29 admin

FAKFAK – Semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama kembali ditunjukkan di Kabupaten Fakfak. Umat Katolik yang tergabung dalam Tim Pastoral Wilayah (TPW) Fakfak menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua melalui pemberian bantuan sebanyak 500 karton air mineral merek Krawedi kepada panitia pelaksana Kamis, 6 Agustus 2026.

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan diserahkan langsung oleh perwakilan umat Katolik TPW Fakfak, Josep Goenawan, kepada Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Drs. H. Wahidin Puarada.

Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata umat Katolik terhadap suksesnya penyelenggaraan kegiatan sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan yang selama ini telah terpelihara di Kabupaten Fakfak.

Dalam kesempatan itu, Josep Goenawan menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil partisipasi para pastor se-TPW Fakfak bersama umat Katolik dari lima paroki yang berada di wilayah pastoral tersebut.

  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

“Bantuan ini berasal dari para pastor se-TPW Fakfak bersama umat Katolik dari lima paroki di TPW Fakfak,” ujar Josep Goenawan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak.

Ia mengatakan, keikutsertaan umat Katolik dalam mendukung peringatan 666 tahun masuknya agama Islam di Tanah Papua merupakan wujud nyata persaudaraan antarumat beragama yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fakfak sejak dahulu.

Menurutnya, masyarakat Fakfak memiliki tradisi hidup berdampingan dalam suasana damai dan saling menghormati. Karena itu, setiap momentum keagamaan selalu menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.

Mewakili umat Katolik di Fakfak, Josep Goenawan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua berjalan dengan baik dan sukses. Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan seluruh masyarakat Fakfak,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, Drs. H. Wahidin Puarada, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada umat Katolik TPW Fakfak atas dukungan yang diberikan.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna yang sangat besar karena mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kepedulian antarumat beragama yang selama ini menjadi ciri khas Kabupaten Fakfak.

“Terima kasih banyak kepada umat Katolik TPW Fakfak atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan memperlihatkan bahwa nilai-nilai toleransi terus hidup di tengah masyarakat kita,” ujar Wahidin..

Ia menambahkan bahwa semangat saling mendukung tersebut merupakan implementasi nyata dari falsafah masyarakat Fakfak, “Satu Tungku Tiga Batu”, yang mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman dengan penuh rasa saling menghormati.

“Terima kasih banyak. Ini mewujudkan nilai Satu Tungku Tiga Batu yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Fakfak dalam menjaga persatuan dan kerukunan,” tambahnya.

Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua tidak hanya menjadi momentum bersejarah bagi umat Islam, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan antarsesama anak bangsa. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk umat Katolik TPW Fakfak, menunjukkan bahwa semangat kebersamaan mampu melampaui perbedaan keyakinan.

Keharmonisan yang terjalin di Kabupaten Fakfak selama ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Melalui semangat Satu Tungku Tiga Batu, masyarakat terus merawat persaudaraan, saling membantu dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan, serta bersama-sama menjaga kedamaian sebagai warisan berharga bagi generasi yang akan datang.

Dukungan yang diberikan umat Katolik TPW Fakfak diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, membangun rasa saling percaya, dan menjaga kerukunan sebagai modal utama dalam membangun Kabupaten Fakfak dan Tanah Papua yang damai, harmonis, serta penuh persaudaraan.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
x
error: Content is protected !!