MENU Selasa, 15 Sep 2026

Yayasan Harapan Nusantara Matangkan Persiapan Institut Kesehatan Anigou Nabire, Bidik Izin Operasional Akhir 2026

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 10:45 187 admin

NABIRE — Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua terus mematangkan langkah pendirian perguruan tinggi baru di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, yang diberi nama Institut Kesehatan Anigou Nabire. Sebagai bagian dari pemenuhan syarat perizinan, yayasan melaksanakan visitasi internal sekaligus pendokumentasian sarana dan prasarana kampus pada 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di lokasi kampus baru, Kelurahan Kalibobo, Nabire, dan difokuskan pada verifikasi kesiapan fasilitas penunjang bagi tiga program studi unggulan yang direncanakan dibuka: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Hukum Bisnis, serta Administrasi Rumah Sakit.

Dokumentasi visual ini merupakan syarat mutlak dalam sistem perizinan dan akreditasi perguruan tinggi berbasis daring yang diterapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Anggota tim visitasi internal, Muhammad Jakati Musimiawan, menjelaskan bahwa pengambilan video bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah teknis untuk memastikan kelayakan fasilitas — terutama laboratorium yang menjadi penunjang utama pembelajaran bagi prodi kesehatan dan K3.

“Seluruh hasil dokumentasi akan diunggah ke sistem penilaian nasional sebagai bukti awal kesiapan institusi, sebelum dilakukan verifikasi lebih lanjut oleh tim asesor dari pemerintah pusat,” tegas Muhammad.

Ketiga program studi tersebut dipilih berdasarkan analisis kebutuhan tenaga profesional di Papua Tengah. Prodi K3 dan Administrasi Rumah Sakit dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor industri dan kesehatan yang berkembang pesat, sedangkan Prodi Hukum Bisnis ditujukan mencetak praktisi hukum yang memahami dinamika ekonomi dan bisnis daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, Yosafat Nawipa, menyampaikan optimisme seluruh rangkaian perizinan dapat rampung pada akhir tahun 2026. Target ini sejalan dengan rencana penerimaan mahasiswa baru pada tahun ajaran 2027.

“Pendirian Institut Kesehatan Anigou Nabire bukan sekadar pemenuhan kebutuhan akademik, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia di Papua Tengah. Pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM yang kompeten,” ujar Yosafat.

Dengan terselesaikannya tahap dokumentasi dan verifikasi ini, yayasan menargetkan izin operasional segera terbit. Kehadiran institusi ini diharapkan mampu mencetak tenaga ahli lokal yang siap menjawab tantangan pembangunan di Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Tengah.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA