MENU Jumat, 01 Mei 2026

SANFFEST 2025: Menteri Fadli Zon Apresiasi Karya Santri, Dorong Ekosistem Perfilman Nasional

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Des 2025 12:41 215 admin

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Santri Film Festival (SANFFEST) Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi santri untuk turut memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus diplomasi kebudayaan Indonesia.Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam sambutan pada Malam Anugerah SANFFEST 2025 yang digelar di Sasono Langgen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu malam (21/12/2025).

Menurutnya, tema “Dari Jendela Santri Memandang Dunia” mencerminkan visi besar bahwa santri tidak hanya menjadi pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor strategis dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui medium film.

“Pesantren telah melahirkan karya sastra, seni pertunjukan, dan musik.Kini saatnya kita membangun ekosistem film di pesantren,” ujar Fadli Zon di hadapan ratusan peserta, tamu undangan, dan insan perfilman.

Fadli Zon juga mengapresiasi capaian SANFFEST 2025 yang berhasil mengumpulkan 125 film karya santri dari 115 pesantren di 20 provinsi dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif lahirnya generasi sineas baru dari kalangan pesantren yang kelak dapat berkontribusi signifikan bagi perfilman nasional.
Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, terus memperkuat berbagai ekosistem seni, termasuk film, melalui berbagai program, salah satunya Dana Indonesiana. Pada tahun 2025, dana tersebut telah menyalurkan anggaran sekitar Rp465 miliar kepada lebih dari 2.800 penerima secara transparan dan inklusif.

“Kami berharap santri dan komunitas klub film di pesantren dapat memanfaatkan Dana Indonesiana untuk pengembangan kapasitas, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, produksi, hingga pascaproduksi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite SANFFEST 2025 Neno Warisman menjelaskan bahwa festival tahun ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga ruang pembelajaran dan pendampingan kreatif bagi santri dari berbagai daerah.

“SANFFEST 2025 merupakan perjalanan panjang selama dua bulan, dimulai sejak tahap ta’aruf pada 21 Oktober hingga malam penganugerahan malam ini. Kami melakukan pendampingan intensif, kurasi, dan penjurian secara ketat,” ujar Neno. Dengan semangat tersebut, SANFFEST 2025 diharapkan menjadi langkah awal bagi santri untuk semakin aktif berkarya di industri film Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
error: Content is protected !!