MENU Jumat, 09 Okt 2026

Bantah Isu Dikeluarkan Pakai Celana Dalam, Polres Nabire Tegaskan Penanganan Petrus Gobay Sesuai Prosedur

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Okt 2026 06:08 62 admin

NABIRE – Wakil Kapolres (Wakapolres) Nabire memberikan klarifikasi resmi menanggapi pemberitaan terkait penanganan Saudara Petrus Gobay dilansir Nadipapua.com. Pihak kepolisian membantah keras adanya tindakan kekerasan atau perendahan martabat selama proses pengamanan, sementara perwakilan keluarga yang juga wartawan, Yohanis Gobay, tetap menegaskan adanya bukti fisik penganiayaan pada korban. Hal tersebut disampaikan Jumat (9/10/2026) dalam jumpa pers bersama wartawan.

Dalam keterangannya, Wakapolres Nabire Kompol Henri Alfredo Korwa, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan “penangkapan” terhadap Petrus Gobay. Yang bersangkutan diamankan oleh tim Binmas Samapta Polda Papua Tengah setelah adanya laporan masyarakat mengenai pemuda yang mengonsumsi minuman keras (miras) di dekat taman depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Tengah.

“Proses pengamanan dilakukan pada Selasa subuh dan yang bersangkutan telah dikeluarkan pada Rabu subuh. Jadi, dia belum sampai 24 jam, dalam kondisi mabuk di tahanan Polres Nabire,” jelas Wakapolres.

Menanggapi isu kekerasan dan perendahan martabat, pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan di dalam sel tahanan. Terkait isu yang beredar bahwa Petrus Gobay dikeluarkan hanya dengan memakai celana dalam, pihak kepolisian membantahnya.

“Itu tidak benar. Yang bersangkutan dikeluarkan dengan menggunakan celana pendek,” tegasnya.

Menanggapi klarifikasi tersebut, Yohanis Gobay, wartawan Nadipapua.com yang mewakili keluarga korban, menyampaikan sejumlah keberatan. Ia mempertanyakan konsistensi kondisi pakaian Petrus, yang menurut keluarga terakhir kali terlihat memakai celana panjang saat bekerja di bengkel rumah, sebelum dipulangkan dalam kondisi yang berbeda.

Yohanis juga membantah klaim kepolisian yang menyatakan tidak ada pemukulan. Ia merinci adanya bukti fisik pada tubuh Petrus Gobay.

“Jelas ada pemukulan. Ada pelipis yang pecah, memar di bagian belakang, dan bekas luka akibat cincin ditarik paksa. Yang bersangkutan sendiri menyampaikan bahwa kejadian itu terjadi di depan unit tahanan,” tegas Yohanis.

Langkah telah dilakukan sempat melakukan koordinasi namun tertunda, Yohanis mengakui adanya kesibukan pribadi yang membuatnya tidak bisa segera datang saat dihubungi pihak kepolisian pada pagi hari. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk menyajikan pemberitaan yang berimbang.

Terkait koordinasi dengan media, Wakapolres Nabire menyebutkan bahwa Kasat Reskrim Polres Nabire dan Yohanis Gobay dari media Nadipapua.com telah berkomunikasi. Setelah sebelumnya rencana pertemuan batal dengan alasan Petrus Gobay sedang sakit (Demam).

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara pihak keluarga, wartawan, dan jajaran Polres Nabire dijadwalkan terus berlanjut untuk mencari kejelasan atas peristiwa tersebut.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!