MENU Jumat, 16 Okt 2026

Siap Dukung Musisi Lokal, Gubernur Meki Nawipa Siapkan Hadiah di Papua Reggae Festival XI

waktu baca 3 menit
Jumat, 16 Okt 2026 08:29 60 admin

NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, S.H., secara resmi membuka Papua Reggae Festival XI 2026 di kawasan Bandara Lama Nabire, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Morgo, Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026).

Festival musik bertema *Culture and Art* ini diselenggarakan selama dua hari, 16–17 Oktober 2026. Acara ini menghadirkan sejumlah grup band reggae dari berbagai wilayah di Tanah Papua, termasuk Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan tuan rumah Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan bahwa musik reggae bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media strategis untuk menyampaikan pesan perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan mengembangkan kreativitas generasi muda Papua.

“Musik reggae bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan, menyampaikan pesan perdamaian, dan memperkuat identitas budaya orang Papua,” ujar Nawipa.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap musisi lokal, Gubernur Meki Nawipa mengumumkan pemberian hadiah bagi para pemenang kompetisi musik reggae dari dana pribadinya.

“Secara pribadi, saya akan memberikan hadiah juara pertama Rp 50 juta, juara kedua Rp30 juta, dan juara ketiga Rp20 juta, serta hadiah lainnya, agar semua peserta dapat berkompetisi dengan baik,” katanya. Dengan demikian, total hadiah untuk tiga pemenang utama mencapai Rp200 juta.

Meski demikian, Nawipa mengingatkan bahwa nilai utama festival ini bukan semata-mata soal kompetisi. “Festival musik ini bukan persoalan siapa yang terbaik atau paling hebat, tetapi bagaimana kita mengekspresikan dan membawa pesan perdamaian,” tegasnya.

Nawipa juga menyoroti hubungan erat masyarakat Papua dengan musik dan olahraga, khususnya sepak bola, yang dinilai memiliki kekuatan luar biasa untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya.

“Hanya musiklah yang dapat mempersatukan orang di Papua. Musik dan sepak bola tidak akan pernah terlepas dari kehidupan orang asli Papua,” katanya.

Ia mengajak para musisi untuk menjadikan keindahan alam Papua—mulai dari laut, lembah, hingga pegunungan—sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan karya. “Tuhan telah memberi kita orang Papua pegunungan, laut, dan lembah. Di situlah kita mengabadikan musik-musik ini untuk memuji Tuhan,” imbuhnya.

Gubernur juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menjadi tuan rumah tetap festival ini di masa depan.

“Kepada Ketua Reggae Group Papua, jika tidak ada tempat lain lagi untuk menyelenggarakan acara ini pada tahun-tahun mendatang, Papua Tengah menjadi rumah kita bersama… Kami sudah siap dan bersedia membuat yang lebih besar di sini tahun depan,” ujarnya.

Pembukaan festival ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah, di antaranya Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., Bupati Paniai Yampit Nawipa, A.Md.Tek., Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si., serta Bupati Intan Jaya Aner Maisini, S.Kom., S.H.

Turut hadir tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku seni budaya, dan komunitas pecinta reggae dari berbagai wilayah. Nawipa mengajak seluruh pemimpin daerah untuk terus bersatu mendukung perkembangan seni dan kreativitas anak muda Papua.

Acara pembukaan ditutup dengan prosesi simbolis yang diiringi musik tradisional. Festival yang juga menjadi ajang promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (17/10/2026), dengan harapan dapat terus memperkuat identitas budaya Papua sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!