MENU Jumat, 30 Okt 2026

Dandim 1705/Nabire Dukung Festival Kopi Papua Tengah untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 00:06 21 admin

NABIRE — Komandan Kodim (Dandim) 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, mendukung penyelenggaraan Festival Kopi Papua Tengah 2026 sebagai upaya memperkenalkan potensi kopi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani kopi.

Dukungan tersebut disampaikan Dwi Palwanto saat Festival Kopi Papua Tengah 2026 berlangsung di Aula KSK Bukit Meriam, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Morgo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026. Menurut dia, kegiatan ini dapat membuka peluang pasar bagi produk kopi lokal dan mendorong masyarakat mengembangkan potensi perkebunan yang dimiliki.

Dwi menilai, Papua Tengah memiliki potensi kopi yang perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat. Melalui festival, kopi hasil perkebunan lokal diharapkan semakin dikenal dan diminati konsumen, sehingga penjualan produk petani dapat meningkat.

“Kami selaku pimpinan sangat mendukung acara seperti ini karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dwi.

Ia mengatakan, masyarakat perlu didorong untuk menggali dan mengembangkan potensi yang tersedia di daerahnya.
Menurut dia, kopi Papua memiliki kualitas dan cita rasa yang layak diperkenalkan kepada khalayak luas.
“Kopi Papua adalah kopi nomor satu, dan masyarakat luas harus mengetahuinya,” katanya.

Dwi berharap festival kopi tidak hanya menjadi kegiatan promosi sesaat, tetapi juga digelar secara berkelanjutan.
Dengan semakin seringnya kegiatan serupa, petani diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memasarkan hasil panen dan memperluas jangkauan konsumen.

Ia juga membagikan pengalamannya mencicipi kopi yang disajikan dalam festival tersebut. Dwi mengaku biasanya mengonsumsi kopi satu gelas sehari dan menilai kopi lokal yang dicicipinya memiliki rasa yang enak serta terasa nyaman di perut.

“Saya menikmati kopi sehari satu gelas saja. Kopi di sini rasanya enak dan tidak membuat perut tidak nyaman seperti kopi yang biasa saya minum,” ujarnya.

Dwi berharap Festival Kopi Papua Tengah dapat terus diselenggarakan untuk memperkuat promosi kopi lokal dan membuka peluang ekonomi bagi petani.

Baginya, semakin luas kopi Papua dikenal, semakin besar pula kesempatan produk masyarakat menembus pasar dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga di Papua Tengah.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!