
PANIAI – Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua Tengah resmi dilantik pada Rabu (26/8/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Paniai ini menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat, serta peringatan keras agar pemuda tidak terjebak dalam politik praktis.
Acara dihadiri oleh perwakilan Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Herman Kayame, Bupati Paniai Yampit Nawipa, serta ratusan pengurus KNPI dari berbagai kabupaten. Kehadiran pejabat daerah tingkat provinsi dan kabupaten di Paniai menjadi simbol bahwa seluruh wilayah di Papua Tengah memiliki posisi setara dalam agenda pembangunan.
Lima Pesan Strategis Gubernur untuk Pemuda
Dalam sambutan Gubernur Meki Fritz Nawipa yang dibacakan oleh Herman Kayame, tersirat lima poin utama yang harus menjadi pedoman KNPI Papua Tengah:
1. Menjaga Persatuan: Memastikan solidaritas antar-pemuda tetap kuat tanpa terpecah belah.
2. Peningkatan Kapasitas: Fokus pada pendidikan dan keterampilan (skill) anggota.
3. Inklusivitas Program: Memperluas jangkauan program kepemudaan hingga ke kampung-kampung dan daerah terpencil.
4. Anti-Narkoba & Kekerasan: Menjauhkan generasi muda dari bahaya miras, narkoba, dan tindakan kekerasan.
5. Mitra Konstruktif: Menjadi mitra pemerintah yang kritis namun solutif, dengan mengedepankan data dan gagasan.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan ruang yang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan. Kita ingin mereka menjadi pelaku, bukan penonton,” tegas Herman Kayame membacakan pesan Gubernur.
Sementara itu, Bupati Paniai Yampit Nawipa menyampaikan pesan khusus mengenai integritas organisasi. Ia meminta KNPI untuk tetap steril dari intervensi kepentingan politik praktis yang sering kali memecah belah persatuan pemuda.
“Anak muda harus berkolaborasi membangun negeri melalui diskusi yang membangun. Ingat, tidak boleh terjebak dalam cerita politik praktis atau isu-isu yang meresahkan. Pemuda harus fokus pada tujuan ke depan agar semua bisa bekerja dengan baik,” ujar Yampit Nawipa dengan nada tegas.
Bupati yang dikenal sebagai “Anak Muda Gerak Cepat” ini menilai bahwa energi pemuda terlalu berharga jika habis untuk saling menjatuhkan. Ia mendorong perbedaan pandangan dikelola sebagai kekuatan pelengkap, bukan sumber konflik.
Ketua DPD I KNPI Papua Tengah yang baru dilantik, Yustinus Tebai, dalam pidato perdananya menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang sinergis. Ia menyadari bahwa sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), fondasi kepemimpinan muda di Papua Tengah harus diletakkan dengan benar sejak awal.
“Semangat pemuda bukan hanya sekadar nama, tetapi tindakan nyata. Kita adalah orang-orang pertama yang meletakkan fondasi bagi DOB Papua Tengah, maka perlu kerja keras dan ekstra untuk menjalankan konsolidasi hingga ke tingkat kampung,” kata Yustinus.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, agama, hingga pemerintah, untuk bersinergi demi kemajuan daerah. Yustinus menekankan bahwa ketangguhan pemuda dimulai dari keterbukaan terhadap kritik dan masukan, serta keinginan untuk terus belajar.
Dengan pelantikan ini, KNPI Papua Tengah diharapkan dapat segera bergerak melakukan konsolidasi internal dan merumuskan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di tanah Papua.