MENU Jumat, 30 Okt 2026

Festival Kopi Papua Tengah 2026 Resmi Ditutup, Saatnya Kopi Lokal Go Internasional!

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Okt 2026 11:03 53 Yan Willim

NABIRE— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi menutup rangkaian Festival Kopi Papua Tengah 2026 pada Jumat (30/10/2026). Penutupan ini menjadi momentum strategis bagi Pemprov untuk mendorong agar pengembangan kopi lokal tidak berhenti pada seremonial, melainkan berlanjut melalui program nyata demi menembus pasar nasional dan internasional.

Acara penutupan berlangsung di Aula KSK Bukit Meriam, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Morgo, Kabupaten Nabire, tepat pukul 15.37 WIT. Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP.

Membacakan sambutan gubernur, Tumiran menegaskan bahwa Festival Kopi Papua Tengah bukan sekadar ajang promosi produk perkebunan semata. Lebih dari itu, festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara petani, kelompok tani, koperasi, pelaku UMKM, pengusaha kopi, dan calon pembeli untuk membangun jejaring pemasaran.

“Pengembangan Kopi Papua Tengah tidak boleh berhenti pada kegiatan festival, tetapi harus ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Tumiran.

Gubernur Meki  Nawipa memandang kopi Papua Tengah sebagai bagian dari kekayaan alam, identitas daerah, sekaligus sumber penghidupan utama masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara serius untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Pemerintah daerah menargetkan kopi Papua Tengah tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga mampu tembus ke pasar nasional hingga internasional. Namun, dalam rantai nilai tersebut, petani harus tetap menjadi pihak yang memperoleh manfaat utama dari peningkatan nilai ekonomi komoditas ini.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov akan memastikan pendampingan kepada petani dan pelaku usaha berjalan secara berkelanjutan. Para petani didorong untuk terus meningkatkan kualitas budidaya dan menjaga mutu hasil panen, sementara pelaku UMKM dan pengusaha kopi diminta untuk terus berinovasi.

Selain berfokus pada peningkatan kualitas produksi dan perluasan pasar, pengembangan industri kopi ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi generasi muda. Dengan demikian, kopi dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkontribusi langsung pada pembangunan Provinsi Papua Tengah.

“Keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara maupun jumlah peserta. Hal yang lebih penting adalah manfaat, masukan, dan peluang kerja sama yang dapat diwujudkan setelah kegiatan berakhir,” pesan gubernur.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, narasumber, petani, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan Festival Kopi Papua Tengah 2026.

Dengan memohon berkat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, festival resmi dinyatakan ditutup. Penutupan ini sekaligus menjadi garis start bagi pekerjaan yang lebih besar: memastikan kopi Papua Tengah tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mengangkat nama daerah di panggung global.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!