MENU Jumat, 30 Okt 2026

Pemprov Papua Tengah Usulkan Pembangunan Cold Storage dan Skema Pemberdayaan OAP ke KKP RI

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Okt 2026 03:20 40 admin

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengajukan sejumlah usulan strategis kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, termasuk pembangunan fasilitas cold storage terbesar di Timika dan Nabire, serta skema pemberdayaan langsung Orang Asli Papua (OAP) dalam setiap proyek perikanan. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP RI, Kamis (29/10/2026) kemarin.

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Tengah, Karlos Matuan, menyampaikan rencana tersebut secara langsung. Usulan ini mendapat respons positif dari jajaran pimpinan KKP RI yang dipimpin Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum. Jawaban resmi atas proposal ini dijadwalkan akan disampaikan pada 2027.

Deinas menegaskan bahwa prioritas utama pembangunan sektor perikanan adalah memberdayakan masyarakat pesisir melalui budidaya ikan dan pengadaan perahu. “Langkah ini kami harapkan dapat menggerakkan perputaran perekonomian secara langsung di tengah masyarakat, mengingat yang paling berhak menangkap dan memanfaatkan hasil laut adalah masyarakat pesisir itu sendiri,” ujar Deinas melalui sambungan telepon, Rabu (29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wagub Deinas juga melaporkan percepatan pembangunan kampung nelayan, dengan rincian enam kampung di Nabire dan delapan di Timika. Pihak Kementerian menyatakan kesiapannya untuk menambah jumlah tersebut.

Poin krusial lainnya adalah komitmen pelibatan langsung OAP. Pemprov menegaskan bahwa meskipun tender dimenangkan oleh pihak luar, pelaksanaannya wajib melibatkan warga lokal melalui skema sub-kontrak.

“Kalau kerjanya di Nabire harus libatkan orang Nabire, kalau di Dogiyai harus libatkan orang asli Dogiyai dan seterusnya. Orang asli Papua tidak boleh jadi penonton setia, jangan hanya mencium bau, tetapi harus ambil bagian membangun negerinya sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegas Deinas.

Selain wilayah pesisir, Pemprov juga mengusulkan optimalisasi potensi perairan pedalaman. Di Kabupaten Paniai dan Deiyai yang memiliki tiga danau besar (Paniai, Tage, dan Tigi), akan dikembangkan budidaya ikan mujair, mas, dan lele. Sementara untuk daerah pegunungan seperti Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, diusulkan pembangunan kolam ikan berukuran minimal 1.000 meter persegi (50×50 meter) di setiap kampung guna membuka peluang perdagangan antardaerah.

Wagub Deinas menegaskan bahwa Pemprov Papua Tengah berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Kolaborasi dan dukungan penuh dari pusat dinilai sangat vital agar pembangunan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di wilayah tersebut.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!