MENU Jumat, 11 Sep 2026

Masuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027, PKBM AWEPAI Nabire Tekankan Kemandirian dan Life Skill

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 10:48 27 admin

NABIRE, – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) AWEPAI Kabupaten Nabire resmi memulai pembelajaran semester ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Ibadah Syukuran bersama seluruh warga belajar, tenaga pendidik, tokoh agama, dan masyarakat setempat. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PKBM AWEPAI, Jumat (11/9/2026), menjadi momentum untuk memperbarui komitmen lembaga dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Kemin Kogoya, S.Th., dengan mengambil tema dasar firman dari 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal”. Dalam tausiyahnya, Pdt. Kogoya menyoroti tiga sub-tema penting: Bersyukur dalam Pendidikan, Bersyukur Membuka Pintu Berkat, dan Bersyukur sebagai Kehendak Allah. Pesan spiritual ini ditekankan sebagai fondasi mental bagi para warga belajar dalam menempuh proses pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.

Ketua PKBM AWEPAI, Aliance Yogi, S.Kep., menyatakan bahwa ibadah syukuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan pembuka resmi bagi strategi baru lembaga tersebut. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar pendidikan non-formal saat ini adalah stigma masyarakat dan kebutuhan akan SDM yang kompeten.

“Selain mengejar kelulusan Paket A, B, dan C, kami fokus pada tiga hal utama. Pertama, meningkatkan kehadiran warga belajar. Kedua, penguatan life skill yang meliputi personal, sosial, akademik, dan vokasional,” jelas Aliance usai kegiatan.

Menurut Aliance, kepemilikan ijazah saja tidak cukup. PKBM AWEPAI bertekad memastikan setiap lulusannya memiliki kemandirian ekonomi dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja atau usaha mandiri.

Untuk mewujudkan visi tersebut, PKBM AWEPAI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi. Aliance menekankan bahwa keberhasilan pendidikan alternatif tidak bisa ditanggung oleh lembaga saja, melainkan membutuhkan dukungan ekosistem yang lebih luas.

“Kami butuh dukungan tokoh agama, orang tua, pemerintah kampung, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Harapan kami, PKBM AWEPAI ke depan menjadi wadah yang melahirkan SDM yang siap ditempatkan di rumah tangga, dunia usaha, maupun pemerintahan,” tambahnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap pendidikan non-formal, dari sekadar “jalan pintas” mendapatkan ijazah, menjadi jalur strategis untuk pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Di akhir kegiatan, pihak PKBM AWEPAI kembali menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi. Dengan dukungan spiritual dari tokoh agama dan dukungan teknis dari pemerintah daerah, PKBM AWEPAI menargetkan diri sebagai pusat pendidikan alternatif yang kompetitif dan terpercaya di Kabupaten Nabire.

Kehadiran PKBM AWEPAI diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan bagi mereka yang putus sekolah atau belum sempat mengenyam pendidikan formal, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka pengangguran dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA