DOGIAI – Gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Hosana Gukaimanihai di Kampung Kegata, Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, resmi diresmikan pada Selasa (2/9/2026). Peresmian ini menandai selesainya proses pembangunan yang didorong oleh semangat gotong royong dan kasih persaudaraan antarwarga jemaat.
Acara peresmian dipimpin langsung oleh Ketua Daerah GKII Kegata, Pdt. Menase Kegou, bersama perwakilan Pemerintah Kampung Kegata, Panitia Pembangunan, serta dihadiri oleh ratusan jemaat setempat. Suasana perayaan berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita.
Ketua Panitia Peresmian, Petrus Degei, menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan pembangunan gedung gereja ini. Ia menekankan bahwa terselesaikannya proyek ini bukan semata-mata karena materi, melainkan hasil dari kekompakan dan kasih yang tulus dari seluruh anggota jemaat.
“Atas dasar kasih dan kekompakan jemaat, hari ini gedung gereja kami resmi berdiri. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ujar Petrus Degei.
Pernyataan ini mencerminkan budaya gotong royong yang masih kental di masyarakat pedalaman Papua, di mana pembangunan fasilitas umum sering kali menjadi tanggung jawab kolektif warga.

Dalam sambutannya, Pdt. Menase Kegou mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan selama proses pembangunan. Ia mendoakan agar gedung baru ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat di mana iman jemaat semakin bertumbuh.
“Semoga gedungnya kokoh, dan jemaatnya senantiasa diberkati oleh Tuhan dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari,” tambah Pdt. Menase.
Hadirnya ratusan jemaat dalam acara tersebut menunjukkan antusiasme tinggi umat terhadap kehadiran rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman. Kehadiran perwakilan pemerintah kampung juga menegaskan dukungan otoritas lokal terhadap kebebasan beribadah dan pembangunan sarana keagamaan di wilayah Distrik Piyaiye.
Peresmian gedung gereja ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan rohani bagi warga Kampung Kegata dan sekitarnya. Dengan fasilitas yang lebih memadai, jemaat dapat melaksanakan aktivitas ibadah, pembinaan remaja, dan kegiatan sosial kemasyarakatan dengan lebih leluasa.
Keberhasilan pembangunan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga gereja, panitia lokal, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan spiritual di Kabupaten Dogiyai.