MENU Selasa, 29 Sep 2026

Peringatan Relawan P4: Penyebaran HIV di Papua Tengah Terus Meluas Seperti Jaring Laba-laba

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 07:24 83 admin

NABIRE – Ketua Relawan P4 HIV AIDS Papua Tengah, Paula S Pakage, mengungkapkan keprihatinannya atas pola penyebaran HIV di wilayah tersebut yang ia ibaratkan seperti “jaring laba-laba” yang terus mengikat masyarakat Papua. Hal ini disampaikannya dalam sebuah video edukasi singkat di Nabire, Minggu (28/9/2026).

Menurut Paula, jika ditarik ke belakang sejak tahun 2007 hingga sekarang (2026), penyebaran HIV terus berkembang secara sistematis. “Saya merasa ikut mengikuti perkembangannya, dan ternyata seperti jaring laba-laba. Tahu jaring laba-laba? Dia menjaring ke sana, menjaring ke sini, sedang mengikat kita orang Papua,” ujarnya dalam video tersebut.

Paula menekankan pentingnya komitmen bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) untuk mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) secara rutin. Ia menjelaskan bahwa kepatuhan minum ARV memiliki tujuan ganda, yaitu melindungi diri sendiri sekaligus melindungi orang lain di sekitarnya.

“Tujuannya tidak hanya melindungi dirinya, tapi juga melindungi orang lain. Misalnya, jika dia memiliki suami yang statusnya negatif, maka dia harus minum ARV secara rutin agar tidak menularkan virus kepada suaminya,” jelas Paula, merujuk pada prinsip medis

Ia juga menyoroti kelompok muda yang masih berstatus lajang, sekolah, atau kuliah sebagai pihak yang paling utama untuk diedukasi agar mampu menjaga diri. Paula mengingatkan bahwa banyak penularan terjadi akibat perilaku “coba-coba” atau ketidakmampuan menahan diri untuk melakukan hubungan intim tanpa pengaman.

Menanggapi mitos yang beredar di masyarakat, Paula meluruskan fakta penularan HIV. Ia menegaskan bahwa aktivitas ringan seperti berpelukan atau bersentuhan keringat tidak menularkan virus HIV dan tentu saja tidak memerlukan konsumsi ARV untuk mencegah penularan dalam konteks tersebut. Namun, ia memperingatkan agar pergaulan fisik tidak dilakukan secara berlebihan yang berpotensi berujung pada hubungan berisiko.

“Kita tidak tahu orang tersebut positif atau tidak. Jika memang tidak bisa menahan diri, seperti yang dikatakan Pak Dokter, harus menggunakan kondom. Dan periksakan diri (VCT) setiap tiga bulan sekali,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa populasi orang Papua sangat berharga dan harus dijaga.

Mengakhiri pesannya, Paula mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menyimpan informasi edukasi ini sendiri. Ia mendorong agar pengetahuan tentang pencegahan HIV dibawa dari “tempat yang gelap” ke “tempat yang terang”.

“Apa yang hari ini kalian dengar, walaupun sedikit, saya yakin kalian akan berbicara kepada orang lain. Bagikan informasi ini. Bukan untuk kalian sendiri, tetapi agar orang lain juga mengetahui dan bisa menjaga diri,” pungkasnya.

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!