MENU Senin, 16 Feb 2026

Mimika Tertinggi Malaria, Dinkes P2KB Papua Tengah Perkuat Kapasitas Petugas Puskesmas dengan Pelatihan Entomologi

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Mei 2025 19:05 79 admin

TIMIKA – Dalam rangka menekan laju kasus malaria di Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Tengah menggelar Pelatihan Entomologi bagi para petugas kesehatan pengelola program malaria. Berlangsung mulai 5 -10 Mei 2025. Bertempat di Hotel Diana Timika.

Dikuti para petugas medis dari 26 Puskemas di Kabupaten Mimika ini dibuka secara resmi oleh Pit. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, dr. Agus, M. Kes, CH, Med. CHt diwakili Sekretaris Dinas Yenice Derek, ST,M.Kes.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas P2KB Papua Tengah, Yenice Derek, ST, M.Kes, mewakili Plt. Kepala Dinas dr. Agus, M.Kes, CH,Med.CHt. dalam sambutannya, menjelaskan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kapasitas petugas kesehatan.

Yenice menyebutkan, Mimika merupakan kabupaten dengan angka kasus malaria tertinggi di Provinsi Papua Tengah dan kedua secara nasional setelah Kabupaten Keerom. Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat 40.537 kasus positif malaria di wilayah tersebut.

“Berdasarkan Annual Parasite Incidence (API) 2024, Kabupaten Mimika mencapai angka 492,41 per 1.000 penduduk. Ini berarti hampir setengah dari setiap 1.000 penduduk terinfeksi malaria. Kita punya PR besar mengejar target eliminasi malaria Kementerian Kesehatan sebesar 1 per 1.000 penduduk pada tahun 2030,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi petugas Puskesmas, terutama dalam identifikasi nyamuk malaria dan pengendalian vektor berbasis bukti lapangan, merupakan langkah penting untuk menurunkan kasus secara signifikan.

“Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan metode identifikasi vektor, teknik sampling, dan pengendalian yang lebih efektif serta berkelanjutan di lapangan,” tambahnya.

Yenice juga menyampaikan apresiasi kepada mitra NGO Global Fund yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan aktif berdiskusi.

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja masing-masing,” tutupnya. (

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA
error: Content is protected !!