MENU Rabu, 29 Apr 2026

Hadiri Rakoor DKPT, Gubernur Meki Nawipa Sebut Pentingnya Regulasi untuk Lindungi Budaya

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Sep 2025 15:32 253 admin

NABIRE – Dewan Kesenian Provinsi Papua Tengah (DKPT) resmi menggelar Musyawarah dan Rapat Koordinasi (Rakoor) I dengan mengusung tema “Menyatukan Persepsi dan Menyusun Program Kerja”. Kegiatan perdana ini berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Selasa (16/9/2025).

Rakoor perdana ini menjadi tonggak awal dalam upaya penguatan seni dan budaya di tanah Papua Tengah, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, SH,, perwakilan seniman, budayawan, serta Dewan Kesenian dari delapan kabupaten.

Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan identitas sekaligus harga diri masyarakat Papua yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

> “Bangsa yang kehilangan budaya adalah bangsa yang sudah kehilangan jati diri. Papua diberkati Tuhan dengan kekayaan seni, musik, dan tarian yang unik. Dewan Kesenian harus menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengembangkannya,” tegas Nawipa.

Ia juga membagikan pengalamannya saat berkunjung ke negara-negara Melanesia seperti Vanuatu dan Solomon Islands, di mana musik menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya juga tercermin di Papua.
“Di bandara Vanuatu, orang main ukulele sambil menyambut tamu. Musik hidup dalam keseharian mereka. Kita orang Papua jangan sampai kehilangan hal-hal berharga yang ditinggalkan orang tua kita. Kita punya musik, tarian, dan tradisi yang luar biasa,” ujarnya penuh semangat.

Gubernur Nawipa turut mengangkat nama legenda musik Papua, Arnold Ap, yang karyanya tetap abadi meski tidak menempuh pendidikan musik formal. Ia menekankan bahwa musisi dan seniman Papua memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan.

“Sebelum orang Jakarta mengenal musik modern, Papua sudah punya Black Brothers. Sebelum orang tahu sepak bola, Papua sudah menghasilkan pemain hebat. Tuhan kasih kelebihan ini agar kita gunakan untuk mengangkat martabat bangsa,” tambahnya.

Selain itu, Gubernur Nawipa menekankan pentingnya kajian akademik dan regulasi untuk melindungi seni serta budaya asli Papua Tengah. Menurutnya, musik dan tarian tradisional harus diproteksi melalui aturan yang jelas agar tidak hilang ditelan modernisasi.

“Melalui Dewan Kesenian, kita perlu membuat regulasi, bahkan peraturan daerah, agar musik dan budaya asli Papua Tengah tetap terjaga. Inilah harga diri kita sebagai orang Papua,” ungkapnya.

Musyawarah dan Rakoor I DKPT kemudian ditutup dengan doa dan pengesahan rancangan program kerja oleh Gubernur Nawipa. Ia berharap Dewan Kesenian Papua Tengah dapat melahirkan berbagai program strategis, mulai dari festival seni, pameran budaya, hingga pencatatan rekor nasional yang dapat memperkenalkan kekayaan seni Papua Tengah ke tingkat nasional maupun internasional.

“Mari kita bersatu. Dewan Kesenian harus jadi ruang ekspresi seni yang inklusif, membangun sinergi dengan pemerintah, dan memastikan seni budaya mendapat tempat dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dengan dimulainya langkah awal ini, Dewan Kesenian Papua Tengah diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian dan pengembangan seni budaya yang tidak hanya membanggakan Papua, tetapi juga Indonesia di mata dunia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
error: Content is protected !!