NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi mengangkat 919 aparatur sipil negara menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam prosesi pengucapan sumpah dan janji jabatan di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (1/7/2026).
Pelantikan ini menandai integrasi penuh mantan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 dan tenaga honorer Kategori II (K2) ke dalam struktur birokrasi provinsi.
Berdasarkan data kepegawaian, sebanyak 843 orang berasal dari CPNS Formasi Tahun 2024, sementara sisanya terdiri dari 6 orang tenaga honorer K2 tahap pertama dan 70 orang tenaga honorer K2 tahap kedua. Pengangkatan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, yang mengakhiri masa percobaan mereka dan memberikan status hukum penuh sebagai abdi negara.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, SH., yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Silwanus A. Soemoele, ditekankan pentingnya adaptasi terhadap regulasi terbaru. Pemprov Papua Tengah secara eksplisit memerintahkan seluruh ASN baru untuk mematuhi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
“Pengangkatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal tanggung jawab penuh. Kita membangun birokrasi yang profesional, netral, akuntabel, dan berintegritas. Kepatuhan terhadap UU ASN terbaru adalah harga mati,” tegas Pj. Sekda Silwanus.
Gubernur juga mengingatkan bahwa status PNS membawa konsekuensi peningkatan kesejahteraan dan jenjang karier, namun hal tersebut harus diimbangi dengan peningkatan disiplin dan kompetensi kerja yang signifikan.
Pelantikan massal ini terjadi di tengah akselerasi pembangunan di sektor strategis Papua Tengah, meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan reformasi tata kelola pemerintahan. Keberadaan 919 PNS baru diharapkan menjadi motor penggerak dalam eksekusi program-program prioritas pemerintah daerah.
Meki Nawipa melalui sambutannya meminta para ASN baru untuk bersikap inovatif, adaptif, dan solutif. “Kita membutuhkan ASN yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif. Integritas dan semangat melayani adalah kunci utama,” ujarnya.
Untuk memastikan kualitas kinerja, Pj. Sekda Silwanus A. Soemoele menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pembinaan dan pendampingan intensif terhadap pegawai baru. Langkah ini bertujuan agar potensi SDM yang telah terseleksi secara kompetitif dapat berkembang optimal dan berkontribusi nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan efektif.
Dengan bertambahnya jumlah PNS tetap, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimis dapat memperkuat kapasitas institusi dalam melayani publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.