MENU Senin, 10 Agu 2026

Pemprov Papua Tengah Gandeng SCOPI, Bangun Ekosistem Kopi Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:20 21 admin

NABIRE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI). Penandatanganan yang berlangsung di Aula Hotel Carmel, Nabire, pada Senin (10/8/2026) ini menandai komitmen serius daerah dalam membangun ekosistem kopi berkelanjutan melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan penanganan pascapanen yang standar.

Kerja sama strategis ini bertujuan mengubah paradigma pengembangan kopi di Papua Tengah, dari yang sebelumnya hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi, menjadi fokus pada peningkatan kualitas, kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan nilai tambah ekonomi bagi petani.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., Gubernur menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi. Ia menyatakan bahwa petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan pasif.

“Pengembangan kopi harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak cukup hanya dengan menanam dan memperluas areal perkebunan, tetapi harus dibangun sebuah ekosistem kopi yang kuat dari hulu sampai hilir,” ujar Tumiran.

Melalui kolaborasi dengan SCOPI, Pemprov Papua Tengah akan fokus pada:
1.Peningkatan Kompetensi: Pelatihan bagi petani dan Master Trainers (pelatih utama).
2.Standarisasi Budidaya: Penerapan GAP mulai dari pembibitan hingga panen.
3.Kualitas Pascapanen: Teknik pengolahan pasca-panen untuk menjaga cita rasa khas kopi Papua.
4.Akses Pasar: Membuka jejaring kemitraan untuk menembus pasar nasional dan internasional.

Papua Tengah dikenal memiliki potensi kopi dengan karakteristik unik, baik jenis Robusta di wilayah pesisir seperti Nabire dan Mimika, maupun Arabika premium di dataran tinggi seperti Dogiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Namun, potensi ini perlu dikelola dengan teknologi budidaya yang ramah lingkungan.

Dr. Tumiran menambahkan bahwa kerja sama ini juga sejalan dengan gerakan penanaman kopi berkelanjutan yang menjaga kelestarian lingkungan. Petani akan didampingi agar mampu meningkatkan produktivitas tanpa merusak ekosistem hutan, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya berkualitas tinggi tetapi juga sustainable.

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal dari implementasi program yang lebih konkret di lapangan. Pemprov Papua Tengah akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan program pemberdayaan berjalan terarah.

Harapan besar tertumpu pada lahirnya generasi petani kopi yang terampil dan produk kopi Papua Tengah yang memiliki identitas kuat di pasar global. Dengan standar budidaya dan pascapanen yang baik, kopi Papua Tengah diharapkan dapat bersaing di kancah internasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara signifikan.

LAINNYA