MENU Jumat, 18 Sep 2026

Daya Beli Masyarakat Turun, Purbaya Dinilai Layak Diganti

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 01:59 35 admin

JAKARTA — Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan bukan semata persoalan dinamika politik kabinet.

Pengamat politik Adi Prayitno menyoroti sejumlah persoalan ekonomi yang menurutnya menjadi catatan selama Purbaya memimpin Kementerian Keuangan. Mulai dari daya beli masyarakat, lapangan pekerjaan, nilai tukar rupiah, hingga pertambahan utang negara.

Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin, 14 September 2026. Posisi Menteri Keuangan kemudian diserahkan kepada Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan.

Menurut Adi, alasan substantif di balik pergantian tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator yang dinilainya belum sejalan dengan optimisme pemerintah.

“Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor. Misalnya ada klaim pertumbuhan ekonomi naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi itu positif, itu kan statement yang disampaikan oleh pemerintah melalui menterinya. Tapi pada saat bersamaan daya beli masyarakat itu semakin menurun,” kata Adi dalam keterangannya dikutip Kamis (17/9/2026).

Persoalan lapangan pekerjaan, khususnya sektor formal, juga menjadi sorotan.

“Jadi wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita,” ujarnya.

Tak berhenti di sana. Adi juga menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menurut penilaiannya belum menunjukkan penguatan signifikan.

“Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus,” tegas Adi.

Adi kemudian mengingatkan kembali optimisme Purbaya mengenai prospek perekonomian Indonesia sebelum menjabat Menteri Keuangan.

“Purbaya yang dalam banyak hal kalau dulu kita dengarkan pidato politiknya, ceramah politiknya, penuh dengan optimisme. Dia sebut gampanglah kalau sekadar pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6 persen di depan mata, 7 persen itu tinggal menghitung waktu dan seterusnya,” tuturnya.

Menurut Adi, optimisme tersebut belum sepenuhnya terwujud selama Purbaya memimpin Kementerian Keuangan.




  • Pemprov Papua Tengah Harapkan Layanan Hukum Jangkau Kampung

STATISTIK PEMBACA

LAINNYA