NABIRE – Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire menggelar Ujian Sekolah (US) atau Penilaian Sumatif Akhir Jenjang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan evaluasi akhir pendidikan ini diikuti oleh siswa tingkat Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dimulai Senin, 18 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026, sesuai kalender pendidikan nasional.
Pelaksanaan ujian kali ini mengusung metode pengawasan yang sangat intensif dan personal. Dari total lima siswa terdaftar, sebanyak empat siswa hadir mengikuti ujian, terdiri dari satu siswa SDLB dan dua siswa SMPLB, serta satu siswa lainnya berhalangan hadir karena sakit.
Uniknya, proses ujian dilakukan secara manual di dalam ruang kelas dengan rasio pengawasan satu siswa dilayani oleh satu guru pengawas. Metode ini diterapkan untuk memastikan kenyamanan, konsentrasi, serta akomodasi kebutuhan khusus setiap peserta didik selama proses penilaian berlangsung.
Kesempatan itu, Kepala Sekolah SLB Petra Nabire, Yosafat Nawipa,S.Pd saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ujian mengikuti jadwal nasional. Namun, ia menekankan bahwa esensi dari ujian di SLB bukan sekadar nilai akademis, melainkan pengukuran perkembangan kompetensi dasar dan kemampuan kebutuhan khusus (Disabilitas)
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kompetensi masing-masing siswa agar mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kami juga menekankan bahwa peran orang tua serta kolaborasi yang baik antara sekolah dan keluarga sangat krusial dalam membantu siswa berkebutuhan khusus berkembang sesuai harapan,” ujar Yosafat Nawipa.
Yosafat menambahkan bahwa SLB Petra Nabire terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik yang adaptif terhadap kebutuhan unik setiap anak, sehingga mereka tidak tertinggal dalam meraih kesempatan masa depan.
Sementara itu, Umiyati,S.Pd selaku Panitia Ujian, yang ditemui di sela-sela proses pengawasan, menyampaikan pesan optimistis mengenai dampak positif dari pelaksanaan ujian ini. Menurutnya, ujian menjadi momen pembuktian sekaligus pengembangan diri bagi para siswa.
“Dengan adanya ujian tersebut, kemampuan belajar siswa-siswi kami dapat terus berkembang. Ini adalah cara kami mengukur dan sekaligus mendorong bakat serta potensi yang ada pada diri mereka masing-masing,” kata Umiyati.
Ia berharap, melalui pendampingan yang ketat dan penuh kasih sayang selama ujian, siswa merasa didukung dan termotivasi untuk menunjukkan hasil terbaik mereka.
Pelaksanaan Sumatif di SLB Petra Nabire ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi benar-benar menjadi alat ukur peningkatan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Nabire. Dengan pendekatan personal dan perhatian khusus, sekolah berupaya memastikan bahwa setiap siswa berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang adil dan setara untuk meraih masa depan yang cerah, baik melalui jalur pendidikan lanjutan maupun kehidupan bermasyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, suasana ujian berlangsung kondusif, tertib, dan penuh dengan semangat kebersamaan antara guru, siswa, dan panitia.