PUNCAK – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., mengapresiasi peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Distrik Dervos dan Doufo, Kabupaten Puncak, pada Sabtu (26/9/2026). Langkah Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan “Papua Tengah Terang” dan meningkatkan pelayanan dasar di wilayah terpencil.
Apresiasi tersebut disampaikan Suripatty usai mengikuti kunjungan kerja bersama Gubernur Meki Nawipa, Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun, Bupati Puncak Elvis Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Tengah, serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi.
“Luar biasa Pak Gubernur bisa membayar sebagian janji politik beliau untuk menjadikan Provinsi Papua Tengah ini Papua Tengah terang,” ujar Suripatty.
Menurutnya, pemanfaatan energi surya merupakan pilihan teknologi ramah lingkungan yang tepat. Namun, ia mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas, seperti pembersihan debu pada panel surya secara berkala, agar PLTS dapat berfungsi secara berkelanjutan dan tidak membebani masyarakat.
Selain isu kelistrikan, Suripatty menyoroti kondisi pendidikan di Distrik Dervos dan Doufo yang masih menghadapi keterbatasan gedung sekolah dan tenaga pengajar. Ia mencatat masih banyak anak usia sekolah yang kesulitan mengakses pendidikan secara memadai.
“Kasihan anak-anak usia sekolah kalau mereka belum bersekolah karena belum ada gedung sekolah yang memadai, belum ada guru SD yang baik,” tuturnya.
Suripatty juga mendesak adanya peningkatan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas antardistrik. Mengingat masyarakat setempat masih sangat mengandalkan jalur sungai, ia mendorong penyediaan sarana transportasi seperti perahu bermotor, pembangunan jalan penghubung, hingga peningkatan kualitas landasan bandar udara di wilayah tersebut melalui pengaspalan.
Di sektor ekonomi, Suripatty melihat peluang besar pada potensi pertanian lokal. Komoditas seperti kacang tanah dan singkong dinilai berpotensi menjadi produk unggulan jika didukung program pemerintah, teknologi pertanian, serta pengelolaan massal yang berkelanjutan.
“Kalau kita hanya tanam satu kebun kecil, itu kan habis saja untuk konsumsi. Tapi kalau kita membuat program penanaman kebun kacang misalnya berhektare-hektare atau kebun singkong, ini akan dapat dikelola untuk peningkatan sumber pendapatan,” jelasnya.
Ia menyarankan agar hasil pertanian tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti makanan kemasan atau oleh-oleh khas daerah, guna memberikan nilai tambah bagi para petani.
Menutup kunjungannya, Suripatty menilai kondisi keamanan di wilayah Dervos dan Doufo sangat kondusif. Masyarakat yang hidup berdampingan secara damai menjadi modal sosial yang kuat untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Kami berharap negara harus hadir dalam bentuk pembangunan di bidang-bidang utama, pendidikan, pelayanan kesehatan sampai dengan pelayanan infrastruktur,” tegasnya.
Suripatty mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi mendukung upaya pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan di Kabupaten Puncak harus diarahkan pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat secara menyeluruh.