NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Tengah, John NR Gobai, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah untuk memberikan subsidi transportasi, baik pesawat maupun kapal laut. Langkah ini dinilai krusial untuk menjangkau pelayanan kesehatan dan pendidikan di wilayah terpencil yang aksesnya masih terbatas. Hal ini disampaikannya dalam keterangan kepada media, Sabtu (24/10/2026).
John menyoroti kondisi geografis Papua Tengah yang didominasi daerah pesisir, rawa, dan pegunungan. Hingga kini, akses jalan darat, laut, maupun sungai di wilayah tersebut belum merata. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan publik di sejumlah distrik, seperti Sukikai Selatan, Piyaiye, Dipa, Menou, Duma Dama, Bogobaida, Siriwo, Tomosiga, Agisiga, Yamo, Wangbe, Jila, Potowaiburu, Kokonao, Jita, Agimuga, Yaur, Teluk Umar, hingga Wapoga.
“Pelayanan kesehatan dan pendidikan harus mulai dari tingkat distrik. Tenaga kesehatan (nakes), guru, dan pegawai distrik harus ada dan menetap di semua distrik. Agar hal ini bisa terwujud, transportasi harus disediakan agar mereka bisa pergi ke tempat tugas, menetap di sana, serta memungkinkan mobilisasi barang masuk ke distrik,” ujar John.
Ia menambahkan, program angkutan udara perintis yang digagas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP). Transportasi udara, laut, dan darat merupakan tulang punggung konektivitas di daerah pegunungan, lembah, pesisir, dan kepulauan.
Meski pemerintah pusat telah memberikan bantuan subsidi perintis, John menekankan perlunya komitmen serupa dari Pemerintah Daerah (Pemda) Papua Tengah.
“Perlu ada subsidi transportasi dari Pemda bagi mereka yang berada jauh dari kota. Bukan sekadar kunjungan sesekali pemerintah, dokter, atau guru yang ‘terbang atau terapung’, tetapi harus ada sarana transportasi yang menjamin tenaga tersebut bisa benar-benar menetap dan melayani di distrik,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, John mengajukan lima usulan konkret kepada Pemda Papua Tengah, yakni:
1. Membangun atau menambah panjang lapangan terbang (lapter) serta melakukan pengerasan atau pengaspalan landasan.
2. Mengeruk alur kapal dan membangun atau merenovasi dermaga yang telah ada, seperti di Air Madidi, Sipu-sipu, Kokonao, dan Pulau Mambor.
3. Membangun dermaga baru di daerah yang sama sekali belum memiliki fasilitas tersebut.
4. Memberikan subsidi pesawat untuk daerah pegunungan, serta subsidi kapal perintis atau kapal cepat untuk daerah pesisir dan pulau-pulau di sekitar Nabire.
5. Membangun dermaga serta jalan akses menuju dan di dalam daerah 3TP di Papua Tengah.
Menutup keterangannya, John menegaskan bahwa sarana transportasi adalah satu-satunya jalan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pembukaan trayek baru, penambahan pelabuhan singgah, serta pemberian subsidi penerbangan dan kapal perintis di daerah 3TP harus menjadi prioritas utama pembangunan di Papua Tengah.