(self.SWG_BASIC = self.SWG_BASIC || []).push( basicSubscriptions => { basicSubscriptions.init({ type: "NewsArticle", isPartOfType: ["Product"], isPartOfProductId: "CAow7IrHDA:openaccess", clientOptions: { theme: "light", lang: "id" }, }); });
NABIRE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah meneguhkan komitmen membangun sistem kesehatan daerah yang tangguh, adaptif, dan berkeadilan melalui Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kegiatan berlangsung 5–7 Agustus 2026 di Hotel Mahavira 2, Nabire, dengan agenda utama penyusunan dan penajaman Dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinkes Papua Tengah Tahun 2027.
Renja 2027 disusun selaras dengan visi Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Wakil Gubernur Deinas Geley, yang menekankan pemerataan akses layanan medis hingga pedalaman, percepatan penurunan stunting, serta penjaminan tenaga medis dan logistik kesehatan. Dokumen ini juga menyesuaikan transisi regulasi dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 ke Permendagri Nomor 14 Tahun 2026.
Strategi Inovasi Tata Kelola “SPM 2+1” menjadi terobosan utama. Dua SPM menegaskan kewenangan provinsi dalam penanganan krisis kesehatan dan Kejadian Luar Biasa (KLB). Sementara “+1” menandai peran Dinkes Provinsi sebagai support system pendamping bagi 8 kabupaten agar mampu mencapai 12 indikator SPM dasar secara mandiri.
Pendampingan intensif UNHAS menghasilkan perombakan draf Bab I–II, evaluasi kinerja oleh lima kelompok kerja, hingga finalisasi Bab III dan matriks program serta pendanaan Bab IV. Seluruh proses rampung tepat sebelum penutupan resmi pada Jumat siang.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, menegaskan: “Rencana Kerja 2027 adalah instrumen utama untuk mengeksekusi visi Gubernur dan Wakil Gubernur secara terukur. Melalui strategi SPM 2+1, Papua Tengah tidak hanya fokus pada intervensi krisis regional, tetapi juga memastikan kabupaten mampu mencapai target pelayanan dasar.”
Ia menambahkan filosofi pelayanan baru yang diusung dalam Renja ini: “Kita harus siap sebelum bencana datang, sigap saat bencana melanda, dan pulih bersama untuk bangkit lebih kuat.”
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. Aminuddin Syam beserta tim UNHAS, serta seluruh jajaran internal Dinkes Papua Tengah atas dedikasi kolektif yang diberikan. Dengan rampungnya draf Renja 2027, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis dapat mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat dari pesisir hingga pegunungan.