MENU Minggu, 21 Jun 2026

Sinergi Gereja dan KPA Paniai, Sosialisasikan Pencegahan HIV/AIDS Kepada Warga Jemaat Maranatha Toyaimuti

waktu baca 3 menit
Minggu, 21 Jun 2026 06:23 206 Yanuarius Kadepa

PANIAI – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali melanjutkan kampanye edukasi pencegahan HIV/AIDS dengan menyasar basis komunitas keagamaan. Pada Minggu pagi (21/6/2026), tim KPA menggelar sosialisasi di Gereja Kemah Injili (Kingmi) Jemaat Maranatha Toyaimuti, Klasis Agadide, tepat setelah pelaksanaan ibadah minggu.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.30 WIT hingga sore ini merupakan respons atas permohonan dari badan pengurus jemaat. Langkah ini sejalan dengan upaya KPA Paniai yang sebelumnya telah melakukan sosialisasi serupa di sejumlah sekolah dan gereja lain di wilayah tersebut.

Narasumber utama, Yosua Yogi, S.Kep.Ns dari RSUD Paniai, menyampaikan materi bertajuk “Kita Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya”. Dalam paparannya, Yosua mengungkapkan data statistik yang menunjukkan tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Paniai dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data RSUD Paniai:

Tahun 2023:Terdapat 164 kasus.
Tahun 2024:Terjadi penurunan menjadi 149 kasus.
Tahun 2025:Melonjak drastis menjadi 238 kasus.

Yang lebih memprihatinkan, Yosua mencatat adanya kasus baru pada seorang siswa kelas 6 SD. Fakta ini menegaskan bahwa virus HIV tidak memandang usia dan status sosial, sehingga edukasi sejak dini sangat krusial.

“HIV/AIDS hingga saat ini belum ada obat penyembuhnya. Satu-satunya cara untuk menekan virus adalah dengan meminum obat Antiretroviral (ARV) seumur hidup. Siapa yang setia minum obat, ia akan bertahan. Namun, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” jelas Yosua.

Sosialisasi ini menggabungkan pendekatan medis dengan nilai-nilai teologis. Yosua menekankan pentingnya menjauhi perilaku berisiko tinggi, khususnya hubungan seksual di luar nikah, dengan mengutip firman Tuhan dalam Kitab Keluaran 20:14, “Jangan Berzinah”.

“HIV/AIDS tiada obatnya selain ARV yang harus diminum seumur hidup. Maka itu, perlu waspada. Ada tertulis juga dalam firman Allah dalam Kitab Keluaran 20:14: ‘Jangan Berzinah’.”ucapnya.

Kesempatan sama Sekretaris KPA Paniai, Agustus Muyapa, S.H menyampaikan apresiasi kepada Jemaat Maranatha Toyaimuti yang telah proaktif mengundang tim KPA. Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah mengedukasi seluruh lapisan umat, khususnya pelajar SD, SMP, SMA, serta pemuda-pemudi setempat agar memiliki pemahaman yang benar tentang penularan dan pencegahan HIV.

“Terima kasih kepada badan pengurus jemaat yang sudah mengusulkan permohonan ini. Edukasi adalah kunci untuk memutus mata rantai penyebaran virus,” ujar Agustus.

Dalam sambutan, Ketua Umum Jemaat Maranatha Toyaimuti, Pdt. Alep Kadepa, S.Th., menyampaikan terima kasih atas dedikasi tim KPA dan narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pencerahan bagi jemaatnya.

Hingga saat ini, KPA Paniai tercatat telah melakukan sosialisasi ke 5 sekolah dan 7 gereja. Pihak KPA menyatakan komitmennya untuk terus bergema ke berbagai institusi pendidikan, tempat ibadah, dinas, maupun lembaga lainnya demi menyelamatkan masa depan generasi muda Paniai dari ancaman epidemi HIV/AIDS.

LAINNYA
error: Content is protected !!